RIS Expo 2026 UMN Hadir Perdana, Mempertemukan Akademisi dan Mahasiswa dalam Forum dengan Talkshow Inspiratif
27/04/2026 09:00
Tangerang, (09/04/26) — Departement Research, Innovation, and Sustainability (RIS) UMN menghadirkan sebuah ajang pameran “RIS Expo 2026” perdana yang menampilkan berbagai hasil penelitian dan kegiatan dari para akademisi UMN. Rangkaian acara yang berlangsung 2 hari dari 9 – 10 April 2026 ini menjadi ruang diskusi bagi para dosen untuk membahas karya mereka dengan sesama dosen dan juga mahasiswa UMN. Acara RIS Expo 2026 ini menghadirkan berbagai stand pameran karya, sesi talkshow, serta nominasi penghargaan bagi dosen yang memiliki kontribusi signifikan.
Hari pertama acara dibuka dengan sambutan dari Prof. Dr. Florentina Kurniasari T., S.Sos., M.B.A., selaku Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Keberlanjutan, yang secara resmi membuka RIS Expo 2026. Dalam sambutannya, Prof. Florentina juga memperkenalkan RIS Expo 2026 yang mengusung topik “Smart & Sustainable Futures: Research & Innovations for Real Impact”. Tema ini dipilih untuk menekankan pentingnya peran riset dan inovasi dalam menciptakan solusi berkelanjutan dengan dampak nyata bagi masyarakat.
“Tujuan diselenggarakannya RIS Expo 2026 adalah untuk mewujudkan rencana strategis UMN, di mana saat ini universitas berada pada fase ‘Excellent University with Strong Research’. Riset memegang peranan penting dalam keberhasilan suatu universitas serta menjadi indikator utama dalam setiap kegiatan akreditasi,” ujarnya.
Acara dilanjutkan dengan sesi talkshow pertama RIS Expo dengan narasumber Tangguh Okta Wibowo, Fonita Theresia Yoliando, Elissa Dwi Lestari, dan Rahmi Andarini. Talkshow 1 yang dimoderatori Vega Karina Andira Putri ini membahas “Sustainable Futures: Research Innovation for Energy, Community, Culture, and Business”. Dalam sesi ini, para pembicara membagikan proses dan hasil penelitian dan proyek Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) mereka di bidang energi, komunitas, budaya, dan bisnis.
Day 1 RIS Expo 2026 juga menghadirkan sebuah live podcast yang dihadiri oleh Bagas Kusuma Jati sebagai moderator dan juga Dr. Anne Nurfina sebagai pembicara. Dr. Anne pada sesi ini membahas pentingnya pendidikan inklusif sebagai fondasi bagi keberlanjutan dan kemajuan masyarakat. Dr. Anne juga lanjut menjelaskan bahwa kalangan difabel juga dapat berkarya lewat upaya bersama. Dengan bantuan terapi seni, Dr. Anne dapat membantu kalangan difabel untuk menunjukkan talenta dan kreativitas mereka.
Pada akhir hari pertama, RIS Expo diakhiri dengan sesi talkshow kedua yang dihadiri oleh Adestya Ayu Armiela, Rizki Tridamayanti Siregar, Rossalyn Ayu Asmarantika, Edo Tirtadarma, dan Dr. Freta Oktarina. Dalam talkshow kedua, para narasumber membahas topik “From Local Action to Sustainable Impact”. Dalam sesi ini, para dosen juga memperlihatkan berbagai program pemberdayaan masyarakat dan proyek PKM dan membagikan upaya mereka dalam menghadirkan solusi berkelanjutan untuk berbagai isu lokal, seperti pengelolaan sampah, urban farming, serta inklusi digital bagi penyandang disabilitas netra. Forum diskusi ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam menciptakan dampak sosial yang bermakna.
