Tangerang, 17 Agustus 2025 - Yayasan Kawan Lama bekerja sama dengan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) untuk menginisiasi program Merajut Asa Sumba di Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, melalui rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang menitikberatkan pada peningkatan kapasitas komunitas lokal. Program ini akan dijalankan di Lembaga Studi dan Pelestarian Budaya Sumba, di mana UMN menyediakan pelatihan-pelatihan berbasis nilai kultural dan prinsip keberlanjutan.

Tujuan kolaborasi ini adalah membekali masyarakat setempat supaya mampu mengelola potensi wisata budaya secara mandiri dan berkelanjutan, sambil menjaga dan melestarikan warisan budaya Sumba. Program ini sejalan dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG), termasuk pendidikan berkualitas (SDG 4), kesetaraan gender (SDG 5), pertumbuhan ekonomi lokal (SDG 8), serta konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (SDG 12). Selain itu, program ini juga menegaskan pentingnya kemitraan lintas sektor (SDG 17).

Pada sisi pelestarian budaya, Institut Studi dan Pelestarian Budaya Sumba diposisikan sebagai sentra pembelajaran dan interaksi komunitas. Melalui pelatihan, mentoring, dan riset terapan, masyarakat dapat belajar bagaimana menyambut wisatawan, mengelola potensi daerah dan menjaga nilai-nilai tradisional agar tetap hidup dalam kerangka pariwisata berkelanjutan. Salah satu figur sentral dalam kegiatan ini adalah Pastor Robert Ramone, Ketua Institut tersebut, yang menekankan bahwa budaya Sumba bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi modal penting untuk membangun masa depan.

Tasya Widyakrisnadi, Ketua Yayasan Kawan Lama, menyatakan bahwa mereka ingin memperkuat daya saing lokal melalui edukasi serta keterampilan, agar masyarakat Sumba dapat menjaga identitas mereka sekaligus membuka peluang ekonomi baru. Ia berharap pelatihan ini tidak hanya menambah pengetahuan tetapi juga meningkatkan kemandirian dan kepercayaan diri komunitas setempat.

Dari pihak UMN, Prof. Dr. Florentina Kurniasari T., M.B.M. (Wakil Rektor Riset, Inovasi, dan Keberlanjutan) menyebut bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari komitmen universitas untuk menyelaraskan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian masyarakat, dengan prinsip-prinsip keberlanjutan. Sementara itu, Maria Advenita Gita Elmada, Center for Sustainability UMN Manager, menambahkan bahwa keterlibatan langsung mahasiswa dan dosen dalam proyek ini memungkinkan pembelajaran transformatif yang sangat kontekstual dan berdampak.

Selain pelatihan dan mentoring, kolaborasi ini juga akan menghasilkan penelitian dan publikasi ilmiah, terutama di ranah komunikasi pemberdayaan dan pariwisata berbasis komunitas. Keikutsertaan fakultas lintas disiplin, seperti Ilmu Komunikasi dan Manajemen Perhotelan, menegaskan pendekatan multidisipliner yang diusung dalam program ini.

Lebih jauh, UMN dan Yayasan Kawan Lama berharap inisiatif ini bisa menjadi model kemitraan pengembangan lokal yang berkelanjutan, di mana pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat dilakukan secara etis dan berjangka panjang. Institut Studi dan Pelestarian Budaya Sumba diharapkan berkembang menjadi ruang hidup yang menjembatani tradisi dan inovasi, sekaligus menghasilkan dampak sosial-ekonomi yang nyata bagi warga setempat.

Date
  • Start Date1 December 2025
  • End Date31 December 2025
Location

Sumba Barat Daya. Nusa Tenggara Timur

Registration

-